KELEBIHAN DAN KEKURANGAN E-LEARNING
Dua tahun belakangan ini trend belajar masyarakat mulai bergeser dari konvensional menuju pembelajaran berbasis digital atau sering dikenal dengan e-learning. Sudah banyak negara yang menggunakan sistem belajar berbasis terutama Indonesia. Sudah beberapa kampus yang telah memakai pembelajaran e-learning salah satunya adalah UNNES.
Lalu
apa saja kelebihan dan kekurangan E-Learning?
Kelebihan E-Learning
1.
Waktu belajar yang fleksibel
Kebanyakan orang
terutama pekerja enggan untuk belajar lagi karena tidak memiliki waktu
yang cukup, karena separuh dari waktunya digunakan untuk bekerja.
Nah, e-learning adalah solusinya. Dengan menggunakan sistem
pembelajaran digital,waktu untuk belajar pun bisa dilakukan kapan saja tanpa
terikat jam belajar normal.
2.
Kemudahan akses
Jika
menggunakan e-learning kamu bisa mengaksesnya dimana saja. Bisa
sambil nongkrong di cafe, atau bersantai di dalam kos, bahkan ketika
sedang berpergian. Cukup menggunakan smartphone yang terhubung dengan
internet, kamu sudah bisa mengakses materi yang ingin kamu pelajari.
3.
Biaya lebih murah
Biaya yang dikeluarkan
untuk mendaftar sebagai member premium dalam sistem e-learning lebih
murah ketimbang harus mengikuti kursus atau les di lembaga belajar. Hal ini
sangat cocok buat kamu yang ingin menambah pengetahuan tapi mengalami kendala
keuangan.
4.
Materi belajar yang selalu diperbaharui
tiap hari
Perusahaan yang
mengeluarkan produk e-learning ini akan selalu menampilkan materi
belajar yang baru sehingga kamu akan terus mendapatkan pengetahuan yang baru.
Dengan materi yang terus menerus dikembangkan dan diperbarui akan membuat
pengguna e-learning semakin nyaman dan bertahan lama.
Lee dan Owens
(2004 : 191) mengatakan beberapa kelebihan e learning sebagai berikut :
1.
Universal access, yaitu semua orang
dapat mengakses web dengan web browser artinya semua orang dapat menyampaikan
suatu materi dari mana saja dan kapan saja di seluruh dunia.
2.
Easy of use, internet dan intranet mudah
digunakan, mudah dijangkau pengguna secara luas dengan pengalaman komputer yang
terbatas sekalipun.
3. Multimedia content, yaitu teknologi ini mendukung multimedia sehingga isinya dapat lebih menarik serta dapat memfasilitasi cara belajar pengguna dengan gaya belajar yang berbeda-beda.
Menurut Bates dan Wulf (1996) dalam Munir (2008) Kelebihan penggunaan e-learning untuk pembelajaran jarak jauh online, yaitu:
1.
Meningkatkan interaksi pembelajaran
(enchance interativity)
2.
Mempermudah interaksi pembelajaran dari
mana dan kapan saja (time and place flexibility)
3.
Memiliki jangkauan yang lebih luas
(potential to reach a global audience)
4.
Mempermudah penyempurnaan dan
penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable
capabilities)
Kekurangan E-Learning:
1.
Harus terhubung dengan koneksi internet
Salah satu kelemahan metode
belajar e-learning adalah koneksi internet. Ketika kamu berada di
tempat yang minim dengan sinyal, kamu tidak akan bisa untuk mengakses
situs e-learning. Apalagi kalau kamu kehabisan kuota internet.
2.
Ada beberapa materi susah untuk dipahami
jika menggunakan e-learning
Metode e-learning cocok
untuk belajar secara teori dan praktik,tapi kurang cocok jika materi yang
ditampilkan adalah materi yang membutuhkan penghitungan dan rumus seperti
matematika dan fisika. Dua materi tersebut susah untuk dipahami jika kamu
belajar dengan menggunakan sistem e-learning karena harus bener-bener berlatih
tiap hari.
3.
Tergantung daya pemahaman user.
Tingkat pemahaman seseorang
terhadap materi yang diajarkan berbeda-beda. Ada orang yang hanya dengan sekali
membaca langsung paham, ada juga yang harus berkali-kali membaca baru bisa
paham ada juga orang yang membutuhkan orang lain seperti guru atau tentor agar
dia paham dengan materi yang dia pelajari. Metode belajar dengan e-learning tidak
akan berhasil jika kamu tidak paham dengan materi yang disajikan di situs
tersebut.
4.
User menganggap belajar dengan e-learning sama
seperti bermain game online.
Kebanyakan user masih
salah persepsi dengan belajar secara online. Mereka masih menganggap bahwa
belajar online itu sama bermain game online sehingga minat untuk
belajar tidak tumbuh.
Lebih
lanjut dikritisi Bullen dan Beam dalam Suyanto (2010: 7) ada beberapa
kekurangan e-learning, yaitu:
1. Kurangnya
interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya
interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan
mengajar.
2. Kecenderungan
mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya
aspek bisnis/komersial.
3.
Proses
belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
4.
Berubahnya
peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini
juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
5.
Siswa
yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
6.
Tidak
semua tempat tersedia fasilitas internet.
7.
Kurangnya
tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan internet.
8.
Kurangnya
penguasaan bahasa komputer.


Komentar
Posting Komentar